Digitalisasi Asuransi Mulai Berkembang, Bagaimana Penerapannya?

Digitalisasi Asuransi Mulai Berkembang, Bagaimana Penerapannya?

Saat ini, asuransi tak hanya berbasis konvensional saja. Ada digitalisasi asuransi yang berkembang dan makin memudahkan penggunanya dalam berbagai hal. Ada undang-undang asuransi yang dikeluarkan mengenai asuransi yang digital ini. Dengan begitu, Anda tak perlu khawatir seperti apa penggunaan dan apakah aman. Apa saja asuransinya?

Asuransi yang Menerapkan Digitalisasi

Di Indonesia, sekarang ini ada banyak sekali perusahaan asuransi yang menerapkan sistem digitalisasi. Salah satunya adalah Garda Oto. Garda Oto adalah salah satu perusahaan asuransi besar yang bergerak dalam bidang asuransi kendaraan. Asuransi Garda Oto ini membuat layanan digital agar memudahkan para penggunanya dalam pembelian atau klaim.

TNPAADS1 - tanpa agunan

Selain itu, ada juga MNC Manulife yang bergerak dalam bidang asuransi jiwa. Salah satu bukti digitalisasi dari asuransi yang satu ini adalah aplikasi i-Maps yang membuat konsumen bisa mendapatkan layanana yang cepat saat mengajukan polis ataupun untuk melakukan klaim seperti halnya Garda Oto. Selain dua ini, masih banyak perusahaan asuransi lainnya.

Setidaknya, hampir 90% asuransi yang ada di Indonesia saat ini sudah menerapkan sistem digitalisasi. Meski fitur yang digunakan berbeda-beda, mereka tetap melakukan transformasi pengembangan infrastruktur teknologi informasi ke arah yang lebih baik. Dengan begitu, pelayanan yang bisa mereka berikan pada para nasabah bisa lebih maksimal.

Kegunaan Digitalisasi untuk Asuransi

Ada banyak kegunaan yang bisa didapat dari digitalisasi untuk asuransi ini. Salah satunya adalah untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat. Dengan adanya digitalisasi ini, pihak asuransi atau perusahaan asuransi bisa langsung terhubung kepada pihak konsumen. Ini juga didukung oleh Otoritas Jasa keuangan Indonesia yang melindungi digitalisasi ini.

Selain itu, pendigitalisasian asuransi ini juga bisa meningkatkan manfaat asuransi untuk para nasabahnya. Ambil contoh untuk asuransi kendaraan. Anda bisa melakukan klaim asuransi kendaraan secara langsung bahkan setelah beberapa saat kendaraan Anda mengalami kecelakaan darimana saja.

Dasar hukum dari digitalisasi ini sendiri adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 23/POJK.05/2015 Tahun 2015 tentang produk asuransi dan pemasaran asuransi produk. Salah satu pasal dalam undang-undang tersebut menyebutkan bahwa polis asuransi dapat diterbitkan baik secara hardcopy ataupun softcopy atau digital atau secara elektronik.

Digitalisasi asuransi saat ini sedang marak diterapkan di Indonesia. Ini juga didukung oleh undang-undang asuransi sehingga para nasabah bisa merasa aman dan nyaman saat menggunakannya. Dengan adanya asuransi digital seperti ini, Anda bisa memperoleh manfaat yang lebih besar dan mudah juga.

TNPAADS2 - tanpaagunan