Peer to Peer Lending di Indonesia: Crowdo vs Amarta

Maraknya perusahaan peer to peer lending di Indonesia membuat masyarakat menjadi dimudahkan untuk melakukan investasi atau pun mendapatkan pinjaman dana secara online. Beberapa contohnya adalah produk Crowdo dan produk Amarta.

 Pada artikel kali ini, saya akan membahas lebih dalam mengenai kelebihan dan kekurangan Crowdo vs Amarta yang mungkin bisa Anda jadikan sebagai referensi. Yuk, kita simak penjelasannya bersama-sama sebagai berikut.

TNPAADS1 - tanpa agunan

 

1. Crowdo

Crowdo merupakan salah satu produk fintech yang memanfaatkan pasar global untuk menggandeng para calon investor dan para calon peminjam agar lebih mudah dalam bertransaksi sehingga perekonomian mereka bisa menjadi lebih baik. Berikut kelebihan dan kekurangan Crowdo yang bisa Anda pelajari lebih lanjut.

 

Kelebihan dari Crowdo antara lain :

  • Ruang lingkup lebih luas (global) karena sudah beroperasi di wilayah Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
  • Sangat transparan dalam hal proses investasi sehingga kepercayaan para investor menjadi semakin meningkat.
  • Pencapaian kesepakatan antara investor dan debitur melalui tahap yang terstruktur serta mengikuti prosedur seperti halnya kualifikasi terlebih dahulu.
  • Menerapkan suku bunga yang sangat kompetitif.
  • Menggunakan sistem pembayaran bulanan sehingga Anda mempunyai banyak waktu dan kesempatan untuk mengembangkan dana pinjaman.

 

Kekurangan dari Crowdo antara lain :

  • Pemberian pinjaman disertai dengan jaminan tertentu.

 

2. Amarta

Amarta merupakan salah satu produk fintech yang dikembangkan melalui platform peer to peer lending dan sudah mendapatkan kepercayaan lebih dari masyarakat, khususnya para ibu pengelola UKM. Mereka bisa lebih mandiri berkat pinjaman online dari Amarta. Untuk mengenal lebih dalam produk Amarta, Anda bisa simak kelebihan dan kekurangan dari produk ini, sebagai berikut.

 

Kelebihan dari Amarta antara lain:

  • Membantu menghubungkan dua pihak yakni para pemberi modal dengan para pelaku usaha.
  • Membantu modernisasi terhadap berbagai pembiayaan, khususnya pembiayaan mikro dengan cara membangun platform peer to peer lending dan sudah dilengkapi dengan sistem canggih seperti halnya credit scoring sehingga nantinya akan diketahui lebih cepat, mana pihak peminjam yang layak untuk diberikan pinjaman.
  • Target pasarnya adalah masyarakat dari kalangan bawah dengan pendidikan rendah karena peluang untuk membantu membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran sangatlah besar.
  • Amarta sudah dilengkapi dengan sistem algoritma yang baik sehingga credit scoring yang sudah ditetapkan bisa digunakan untuk menilai profil risiko dari para calon peminjam.
  • Penggunaan teknologi sebagai wadah untuk pendekatan sangat menguntungkan bagi para investor untuk memperoleh informasi secara lengkap dengan mudah sebelum membuat keputusan melakukan investasi sehingga investasi di Amarta merupakan keputusan yang tepat.

 

Kekurangan dari Amarta antara lain:

  • Tidak adanya badan hukum yang menaunginya membuat para investor ragu-ragu.
  • Tanpa tahu perusahaan aslinya seperti apa, peminjam lebih rentan terhadap penipuan elektronik.

 

Pilihan pinjaman investasi dan pinjaman kian beragam. Cek satu per satu kelebihan dan kekurangan masing-masing produk dan penawarannya. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda.

TNPAADS2 - tanpaagunan